Tag: Motivasi

Apa Motivasi Siswa untuk Sukses di Perguruan Tinggi?

No Comments

Di perguruan tinggi, setiap siswa termotivasi untuk sukses dengan kombinasi hal-hal. Itulah mengapa masuk akal bagi siswa untuk menemukan dan memanfaatkan motivator yang secara efektif mendorong mereka ke depan, menuju tujuan paling penting mereka. Berikut adalah beberapa motivator yang membantu siswa menemukan kesuksesan.

1. Self-Realisasi – Perguruan tinggi adalah waktu ketika siswa dapat menemukan, menjadi dan mengalami orang yang mereka inginkan. Ketika mereka termotivasi dengan cara ini, mereka akan menemukan perguruan tinggi untuk menjadi waktu yang menyenangkan dan menyenangkan, saat ketika mereka dapat menjelajahi berbagai kursus, bergabung dengan klub yang menarik, berpartisipasi dalam kegiatan kampus, bertemu orang yang menarik, mengeksplorasi kemampuan mereka dan mengidentifikasi mereka nafsu. Ketika mereka mulai belajar dan tumbuh, mereka akan termotivasi untuk mendorong batas-batas itu dan menemukan orang yang tinggal di dalam.

2. Kepuasan Pribadi – Beberapa siswa merasa bangga dalam menghadapi tantangan di perguruan tinggi dan berhasil melewati semua itu dengan baik. Mereka termotivasi secara internal dan mendapatkan banyak kepuasan pribadi dari melakukan pekerjaan dengan baik.

3. Tantangan – Ada siswa termotivasi oleh tantangan. Mereka memandang perguruan tinggi sebagai tantangan besar, yang menuntut mereka berjuang demi kesuksesan. Siswa yang memiliki kepribadian, gaya operasi dan kepercayaan diri untuk menghadapi dan mengatasi tantangan akan berhasil dalam lingkungan ini karena mereka tidak akan membiarkan diri mereka gagal.

4. Ketakutan – Untuk beberapa siswa, ketakutan adalah motivator yang baik. Siswa-siswa ini berhasil di perguruan tinggi karena mereka tidak ingin kehilangan beasiswa, tidak ingin lulus tanpa pekerjaan, tidak ingin gagal dan masih memiliki pembayaran pinjaman yang besar dan tidak ingin membuat marah atau mempermalukan keluarga mereka .

5. Kegembiraan Belajar – Beberapa siswa benar-benar menyukai lingkungan kampus. Mereka menikmati belajar dan melahap informasi pada subjek yang mengubahnya. Mereka berusaha untuk menjadi ahli pengetahuan, pemimpin pemikiran dan repositori informasi. Kebutuhan akan informasi memotivasi mereka.

6. Tujuan yang Jelas – Ketika siswa pergi ke perguruan tinggi dengan tujuan yang jelas dan satu tujuan, mereka biasanya termotivasi untuk melakukannya dengan baik. Mereka melihat perguruan tinggi sebagai sarana untuk mencapai tujuan, yang penting bagi mereka. Di sisi lain, siswa yang masuk perguruan tinggi tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran cenderung kurang berkinerja baik. Mereka tidak menempatkan nilai tinggi pada pendidikan perguruan tinggi karena mereka tidak melihat bagaimana pendidikan perguruan tinggi akan membantu mereka mendapatkan ke mana mereka ingin pergi. Tidak ada gunanya bagi mereka.

7. Persetujuan – Banyak siswa mencari dan termotivasi oleh pujian, dorongan dan pengakuan untuk pekerjaan yang baik. Ketika siswa pandai dalam sesuatu dan mencapai hasil yang luar biasa, status mereka di lingkungan itu meningkat. Ketika orang memuji mereka, arahkan mereka sebagai contoh dan pandang mereka, mereka bersinar.

8. Tujuan Hidup – Siswa sering melihat pendidikan perguruan tinggi mereka sebagai landasan untuk masa depan mereka. Pendidikan yang baik dapat menghasilkan pekerjaan, uang, keamanan, dan semua kesuksesan yang baik. Mereka termotivasi untuk bekerja dengan baik karena perguruan tinggi akan membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik.

9. Bantuan Lainnya – Beberapa siswa termotivasi oleh kebutuhan untuk membantu orang lain. Untuk mencapai tujuan mereka, mereka harus tampil baik di perguruan tinggi. Pendidikan perguruan tinggi akan memungkinkan mereka memenuhi impian mereka melayani orang lain. Mereka tahu bahwa perawat, guru, pengasuh, konselor, dan penolong lainnya hanya dapat memulai dengan pendidikan yang baik.

Semua orang termotivasi oleh sesuatu. Bahkan, sebagian besar mahasiswa termotivasi oleh kombinasi faktor. Oleh karena itu, siswa yang bijaksana mengenali dan memanfaatkan motivator pribadi mereka sendiri. Mereka memahami bahwa siswa yang termotivasi akan selalu tampil pada tingkat yang lebih tinggi daripada siswa yang tidak termotivasi dan tidak terinspirasi.